The Shape of Water: Deep in the Water but not in Heart
Saya selalu menaruh rasa curiga pada penyederhanaan dalam memahami suatu film. Saya takut penyederhanaan semacam itu dapat merendahkan suatu film. Ide cerita dalam sebuah film belum tentu dapat diserap seutuhnya hanya dengan melihat apa yang disajikan di layar. Seringkali suatu film justru menggaungkan suara kerasnya ke kepala penonton melalui provokasi untuk berpikir lebih dalam, memberikan stimulasi untuk mengamati gambaran yang lebih besar, dan mendulang makna yang lebih luas dari cerita tersebut. Salah satu contoh sempurna dari jenis film seperti itu adalah Brokeback Mountain (2005). Pada saat film tersebut naik layar bioskop di berbagai belahan dunia, banyak orang hanya menganggapnya sebagai gay cowboy movie . Siapa saja yang sudah menonton dan mencernanya tentu akan menolak mentah-mentah cap tersebut. Akan tetapi, dengan berbagai pujian dari hampir semua kritikus dan penikmat film, ternyata masih lebih banyak lagi orang yang bahkan tidak mau menon...